Oleh: Lukmanul Hakim
Bismillah...
Salah satu impian kaum muslimin di seluruh penjuru dunia adalah dapat menginjakkan kaki di tanah suci, entah itu untuk berumrah ataupun berhaji. Bagaimana tidak, Allah dan Rasul Nya lah yang memerintahkan kita untuk pergi kesana. Ada yang sampai tubuhnya gemetar disertai rasa bahagia, ketika saudara muslimnya berangkat umrah ataupun haji. Seraya berdoa dalam hati, "Ya Allah kapan engkau undang aku kesana..." ungkap salah seorang sahabat saya, yang sangat merindukan Baitullah.
Ada juga yang merasakan ketenangan, kedamaian, dan dorongan kuat saat memandang keindahan Baitullah meski pun hanya di layar facebook, WA, Bbm, atau sosial media lainnya. Seraya berharap dalam hatinya, "Ya Allah, izinkan hamba bersimpuh di tanah suci-Mu. Pantaskan aku. Mudahkan rezekiku.." begitulah apresiasi kebanyakan orang yang memiliki kerinduan ingin berkunjung ke Baitullah. Dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan lainnya.
Dan tidak sedikit juga, saudara-saudara kita yang ingin berumrah tapi ingin yang gratisan. Mereka tidak mau pergi umrah, jika tidak ada yang memberinya Umrah Gratis. Menurutnya, pergi berumrah memerlukan uang yang tidak sedikit, dan harus cari uang kemana. Sedangkan untuk sehari-hari saja masih pas-pasan, bahkan kekurangan, dan berbagai alasan yang serupa. Nah, orang-orang seperti ini perlu diberi motivasi dan inspirasi bahwa siapapun bisa Umrah, asal ada niat dan kemauan.
Sejatinya, umrah itu Gratis. Nggak bayar. Seriuus.
Bayangkan...
Masuk masjid Nabawi, Gratis.
Masuk Raudhah, Gratis.
Ziarah maqam Rasulullah, 'Aisyah, Umar (Radhiyallahu 'anhum), Gratis.
Ziarah maqam Baqi, Gratis.
Masuk Masjidil Haram, Gratis.
Thawaf di Baitullah, Sa'i, tahallul itu Gratis.
Berdo'a di Hijr Isma'il, Hajar Aswad, maqam Ibrahim dll pun Gratis. Semuanya Geratis. Alias KAGAK BAYAR. Ini beneran.
Masuk masjid Nabawi, Gratis.
Masuk Raudhah, Gratis.
Ziarah maqam Rasulullah, 'Aisyah, Umar (Radhiyallahu 'anhum), Gratis.
Ziarah maqam Baqi, Gratis.
Masuk Masjidil Haram, Gratis.
Thawaf di Baitullah, Sa'i, tahallul itu Gratis.
Berdo'a di Hijr Isma'il, Hajar Aswad, maqam Ibrahim dll pun Gratis. Semuanya Geratis. Alias KAGAK BAYAR. Ini beneran.
Nah, lalu yang juta-juta itu untuk apa...? :D
Hayo tebak untuk apa...? :D
Bagini. Yang bayar itu...
>Tiket pesawatnya. Betul?
>Hotelnya,
>Biaya makan 3x sehari selama disana,
>Biaya transportasi selama disana
>Muthawif (Guide), dan masih banyak lagi yang lainnya
>Tiket pesawatnya. Betul?
>Hotelnya,
>Biaya makan 3x sehari selama disana,
>Biaya transportasi selama disana
>Muthawif (Guide), dan masih banyak lagi yang lainnya
Dan semua itu berbayar, nggak gratis. Kecuali...
Kalau yang punya pesawat orang tua kita, bisa Gratis... hehe :D
Atau yang punya hotel nenek kita, boleh saja gratis... :D
Dan mungkin supir bis untuk transportasi disana adalah paman kita, terus Muthawifnya saudara kita, gratis banget. :D
Tapi sayang semua itu hanya ada dalam Mimpi... Hehehe;)
Kalau yang punya pesawat orang tua kita, bisa Gratis... hehe :D
Atau yang punya hotel nenek kita, boleh saja gratis... :D
Dan mungkin supir bis untuk transportasi disana adalah paman kita, terus Muthawifnya saudara kita, gratis banget. :D
Tapi sayang semua itu hanya ada dalam Mimpi... Hehehe;)
Sampai disini bisa dimengerti?
:D
Jadi jangan pernah sedikit pun ada pikiran bahwa umrah itu mahal. Karena kalau terlalu sering bilang mahal, maka nggak heran kalau selamanya kerasa mahal dan menganggap dirinya belum mampu bahkan tidak mampu. Alhasil, beneran nggak mampu. Yakin saja, pasti mampu. Pasti bisa. Pasti berangkat.
Bukannya, Allah sesuai prasangka hamba-Nya...?
Bukannya, Allah Maha Kaya...?
Bukannya, Allah Maha Gagah Perkasa...?
Bukannya, Allah Maha Kaya...?
Bukannya, Allah Maha Gagah Perkasa...?
Bukannya, kita di perintahkan untuk terus meminta...?
Dekati saja Dia. Terus dekati.
Jangan pernah bosan.
Niscaya doa kita, Dia kabulkan.
Bukankah begitu janji-Nya dalam AlQuran...?
"Berdoalah pada-Ku maka akan Aku kabulkan..." (Al-Mu'min:60)
Bahkan di surat lain, Allah meyakinkan hamba-Nya bahwa Dia itu dekat. Coba perhatikan ayat berikut ini,
"Berdoalah pada-Ku maka akan Aku kabulkan..." (Al-Mu'min:60)
Bahkan di surat lain, Allah meyakinkan hamba-Nya bahwa Dia itu dekat. Coba perhatikan ayat berikut ini,
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka sesungguhkan Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia (benar-benar) berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 186).
Terakhir, saya hanya ingin mengajak kepada anda para perindu Baitullah, agar berkenan membuka dan terus membaca lembaran demi lembaran tulisan sederhana dalam buku ini. Semoga dapat memberi motivasi dan inspirasi kepada sahabat pembaca semua. Amiiin ya Rabbal 'alamiiin...
Sekian, salam Baitullah.
Sekian, salam Baitullah.
Lukmanul Hakim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar